Kampong Glam – Little Arabia di Singapura

Nama distrik bersejarah kuno ini mungkin berasal dari Pohon Gelam yang dahulu banyak tumbuh berlimpah di daerah itu. Pada 1822, tanah di Kampong Glam resmi dialokasikan untuk orang Melayu dan kaum muslimin lainnya, sementara itu daerah ini juga menjadi rumah bagi sebuah komunitas pedagang Arab yang walau kecil tapi sukses. Pada tahun 1989, Otorita Pengembangan Perkotaan mengukuhkan Kampong Glam sebagai kawasan konservasi dan sebagian besar arsitektur asli kini telah direstorasi dan dipugar.

Distrik ini adalah hanya sepelempar batu dari Stasiun MRT Bugis, dan kegiatan belanja seperti Bugis Junction dan Pasar Bugis begitu ramai. Sekarang ini, anda akan menemukan deretan ruko hasil pugaran dicat warna-warna cerah meliputi jalan di Bussorah, Baghdad dan Kandahar Street. Banyak dari ruko ini sekarang ditempati oleh konsultan desain yang trendi dan perusahaan IT, restoran, katering, galeri seni, kerajinan dan toko-toko barang antik.

Setelah mengunjungi Masjid Sultan yang historis, anda dapat melangkah keluar ke Bussorah Street yang telah berubah menjadi jalan khusus pejalan kaki. Selama masa kolonial, ini adalah jantung dari kampung Arab dan melayani kebutuhan keagamaan masyarakat Muslim. Saat ini, anda dapat menemukan campuran toko Arab – haberdasheries kuno yang eksentrik dan toko-toko baru yang menjual barang-barang Singapura seperti versi dari gaun kebaya Singapura Airlines yang terkenal, pernak-pernik dekoratif dan aksesori dan buku-buku yang berhubungan dengan bahasa Arab, budaya Islam dan buku agama.

Dari Bussorah Street, anda dapat meneruskan perjalanan anda ke Muscat Street sebelum berubah menjadi Arab Street, yang dikenal sebagai surga tekstil di tahun 1950-an dan 1960-an. Anda masih dapat menemukan bal kain sutra, batik, renda, organza dan bahan lainnya disini, dimana desain dan jasa menjahit baju juga tersedia. Bawalah pulang kostum tradisional Melayu yang sudah jadi atau pakaian modern Melayu atau telusuri berbagai jenis permainan tradisional yang tak terbatas seperti Congklak (permainan yang melibatkan kelereng dan sebuah papan kayu), karpet, barang antik dan kerajinan rotan seperti keranjang rotan untuk merapikan rumah Anda.

Di ujung Arab Street terdapat North Bridge Road, dimana anda akan menemukan banyak toko yang menjual barang unik yang melayani komunitas Muslim, termasuk cendana, tasbih, rehal (dudukan buku yang digunakan khusus untuk Qur’an) dan sikat gigi kayu.

Jangan lupa juga untuk mengunjungi Haji Lane pada kunjungan anda ke Kampong Glam. Anda yang non muslim akan diarahkan ke bagian belakang mesjid, ini untuk memastikan pembeli yang bersemangat menemukan butik fashion yang independen dan toko-toko kecil lainnya. Dengan lebih dari 20 toko bagi anda untuk mencari dan menggali, anda akan menemukan beberapa harta karun favorit yang cocok bagi mahasiswa seni lokal dan tipe orang muda yang kreatif

Basharahil House of Batik
Banyak mereka yang ingin secara khusus membuat kostum tradisional dengan gaya Malaysia yang mewah datang ke sini untuk melihat penawaran tersebut…

Toko Aljunied
Parfum Arab, kostum Peranakan dan pakaian batik adalah spesialisasi dari Toko Aljunied, bersama dengan pelayanan yang ramah…

The Heritage Shop
Melangkah ke belakang saat barang antik dan toko barang koleksi yang mengkhususkan diri pada karya-karya dari masa lalu…

Kampong Glam , , , , , , , , , , ,

Related Listing

Place Your Review

Rate this place by clicking a star below :